Saat memilih Argon atau CO2 untuk las, kamu perlu melihat proses dan material terlebih dahulu.

Untuk TIG, banyak welder memakai 100% Argon. Sementara itu, 100% CO2 umum untuk pekerjaan MIG atau MAG pada mild steel.

Jadi, jangan hanya bertanya gas mana yang lebih bagus. Perhatikan proses las, material, dan hasil yang kamu butuhkan.

Daftar Isi

Argon atau CO2 untuk Las: Mana yang Sebaiknya Kamu Pilih?

Argon dan CO2 memiliki karakter serta penggunaan yang berbeda.

Ringkasan Penggunaan Argon dan CO2

Sebagai gambaran awal, tabel berikut membantu kamu melihat penggunaan kedua gas secara cepat.

PekerjaanGasKarakter Umum
TIG baja karbon100% ArgonBusur stabil dan mudah kamu kontrol
TIG stainless steel100% ArgonPilihan umum untuk TIG
TIG aluminium100% ArgonUmum untuk aluminium
MIG aluminium100% ArgonPilihan umum untuk MIG aluminium
MIG/MAG mild steel100% CO2Ekonomis dengan penetrasi relatif dalam
MIG mild steel tipis100% CO2Butuh kontrol parameter yang lebih hati-hati

Karena itu, jangan menganggap satu gas cocok untuk semua pekerjaan. Sesuaikan gas dengan proses dan material.

Kenapa MIG dan TIG Membutuhkan Gas Pelindung?

Busur listrik menghasilkan panas yang sangat tinggi. Panas tersebut mencairkan logam dan membentuk weld pool.

Sementara itu, udara mengandung oksigen dan nitrogen. Keduanya bisa mengganggu weld pool saat perlindungan gas kurang.

Karena itu, torch mengalirkan shielding gas menuju busur dan weld pool.

Apa Fungsi Shielding Gas?

Selain itu, shielding gas membantu menjaga area las dari udara sekitar.

Gas juga ikut mengubah karakter proses las. Karena itu, pilihan gas bisa memengaruhi hasil akhir.

  • kestabilan busur;
  • penetrasi;
  • jumlah spatter;
  • bentuk weld bead;
  • transfer logam;
  • kontrol pada material tipis.

Jadi, perubahan gas bisa mengubah karakter las. Mesin dan wire yang sama belum tentu memberi hasil serupa.

Perbedaan Gas Argon dan CO2 untuk Pengelasan

Pada dasarnya, ada satu perbedaan penting antara Argon dan CO2.

Argon termasuk gas inert. CO2 termasuk gas aktif.

Argon memiliki reaktivitas yang sangat rendah selama proses las. Karena itu, sifat ini cocok untuk banyak aplikasi TIG.

Sebaliknya, CO2 memberi karakter lain saat temperatur busur meningkat.

Apa Bedanya MIG dan MAG?

MIG berarti Metal Inert Gas. Sementara itu, MAG berarti Metal Active Gas.

MIG memakai gas inert. Sebaliknya, MAG memakai gas aktif seperti CO2.

Keduanya masuk dalam keluarga GMAW atau Gas Metal Arc Welding.

Di Indonesia, banyak orang tetap memakai istilah “las MIG” untuk keduanya.

Jadi, kamu tidak perlu heran saat mesin MIG memakai CO2.

Kapan Sebaiknya Pakai Argon?

Pada dasarnya, Argon umum pada proses TIG dan pengelasan aluminium.

Argon untuk Las TIG

Kalau kamu memakai TIG, 100% Argon menjadi pilihan umum.

Argon membantu proses arc starting. Selain itu, gas ini membantu menjaga busur tetap stabil.

Misalnya, banyak welder memakai Argon untuk baja karbon, stainless steel, dan aluminium.

Karena itu, 100% Argon menjadi pilihan praktis untuk banyak pekerjaan workshop.

Argon untuk MIG Aluminium

Selain itu, MIG aluminium juga umum memakai 100% Argon.

Namun, jangan memakai aturan mild steel untuk aluminium.

CO2 tidak cocok untuk MIG aluminium. Karena itu, periksa material sebelum memilih tabung gas.

Jadi, untuk aluminium, Argon menjadi pilihan yang jauh lebih relevan.

Apakah 100% Argon Cocok untuk MIG Besi?

Sebagian pengguna menganggap Argon pasti lebih bagus karena harganya lebih tinggi.

Namun, harga tidak menentukan kecocokan gas.

Sebaliknya, untuk MIG atau MAG mild steel, 100% CO2 lebih umum daripada 100% Argon.

Jadi, jangan memilih Argon hanya karena terasa lebih premium.

Kapan Sebaiknya Pakai CO2?

Sementara itu, CO2 cocok untuk banyak pekerjaan MIG atau MAG pada mild steel.

Salah satu kelebihannya terletak pada biaya. Karena itu, CO2 biasanya menawarkan biaya gas yang lebih ekonomis.

Selain itu, CO2 menawarkan penetrasi yang relatif dalam.

Kelebihan 100% CO2

Kamu bisa mempertimbangkan CO2 saat:

  • pekerjaan mayoritas memakai mild steel;
  • biaya gas menjadi pertimbangan utama;
  • spatter tambahan masih bisa kamu terima;
  • kamu membutuhkan penetrasi relatif dalam;
  • mesin mendukung pemakaian CO2.

Misalnya, CO2 cukup masuk akal untuk fabrikasi mild steel yang masih memerlukan proses grinding setelah pengelasan.

Kekurangan 100% CO2

Sebagai contoh, spatter menjadi salah satu perbedaan yang mudah terlihat.

CO2 murni cenderung menghasilkan percikan yang lebih banyak.

Selain itu, busurnya bisa terasa lebih agresif.

Karena itu, atur mesin dengan lebih hati-hati saat mengelas material tipis.

Argon vs CO2: Mana yang Cocok untuk Pekerjaanmu?

Saat memilih Argon atau CO2 untuk las, kamu perlu melihat proses dan material terlebih dahulu.


Ilustrasi perbandingan karakter gas Argon dan CO2 untuk pengelasan

Ilustrasi perbandingan karakter Argon dan CO2 pada proses pengelasan. Hasil aktual dapat berbeda tergantung proses, material, wire, parameter, dan teknik pengelasan.

Kalau Mengelas Mild Steel, Pilih Mana?

Untuk pekerjaan MIG atau MAG pada mild steel, CO2 lebih umum daripada 100% Argon.

Selain itu, CO2 menawarkan biaya yang relatif ekonomis dan penetrasi yang cukup dalam.

Namun, kamu perlu menerima spatter yang cenderung lebih banyak.

Karena itu, sesuaikan parameter mesin dengan ketebalan material dan jenis wire.

Kalau Mengelas Aluminium, Pilih Mana?

Sebaliknya, untuk TIG atau MIG aluminium, Argon menjadi pilihan yang umum.

CO2 tidak cocok untuk aplikasi tersebut.

Jadi, jangan memakai aturan mild steel saat kamu bekerja dengan aluminium.

Perbandingan Gas Argon dan CO2 untuk Las

Selanjutnya, tabel berikut merangkum perbedaan utama Argon dan CO2.

Faktor100% Argon100% CO2
Jenis gasInertAktif
TIGSangat umumTidak cocok untuk TIG konvensional
MIG mild steelBukan pilihan utamaUmum untuk MIG/MAG mild steel
MIG aluminiumSangat umumTidak cocok
Spatter pada mild steelBukan acuan utama untuk mild steelCenderung lebih banyak
Penetrasi pada mild steelBukan pilihan utamaRelatif dalam
Karakter busurStabil pada aplikasi yang sesuaiLebih agresif pada MIG/MAG mild steel
Biaya gasTergantung pemasok dan lokasiUmumnya ekonomis untuk mild steel

Namun, tabel tersebut hanya memberi gambaran umum. Mesin, wire, material, ketebalan, dan setting tetap memengaruhi hasil akhir.

Gas Apa yang Cocok untuk Stainless Steel?

Jangan memperlakukan stainless steel sama seperti mild steel.

Sementara itu, untuk TIG stainless steel, banyak welder memakai 100% Argon.

Namun, MIG stainless steel membutuhkan pemilihan gas berdasarkan wire dan prosedur pengelasan.

Kenapa Gas MIG Stainless Bisa Berbeda?

Beberapa faktor menentukan pilihan gas, misalnya:

  • grade stainless;
  • jenis wire;
  • transfer mode;
  • mesin;
  • rekomendasi produsen wire.

Karena itu, baca datasheet wire sebelum membeli gas.

Jadi, jangan memakai aturan mild steel untuk semua jenis stainless steel.

Setting Gas: Perhatikan Flow, Bukan Hanya PSI


Regulator dan flowmeter untuk mengatur aliran shielding gas las

Ilustrasi regulator dan flowmeter untuk membantu memahami pengaturan tekanan dan aliran shielding gas.

Pada dasarnya, regulator bisa menampilkan tekanan dan flow. Keduanya menunjukkan hal yang berbeda.

Pertama, tekanan menunjukkan kondisi gas pada sisi tabung.

Sementara itu, flow menunjukkan jumlah gas yang menuju torch.

Selain itu, flowmeter biasanya memakai satuan berikut:

  • L/min atau liter per menit;
  • CFH atau cubic feet per hour.

Jadi, jangan hanya melihat angka PSI saat mengatur shielding gas.

Berapa Flow Gas untuk MIG?

Sebagai titik awal, beberapa panduan MIG short-circuit memakai sekitar 25 sampai 35 CFH.

Dengan kata lain, nilai itu setara dengan sekitar 12 sampai 17 L/min.

Namun, jangan memakai angka tersebut sebagai aturan mutlak.

Selain itu, ukuran nozzle, torch, kondisi angin, dan setup mesin bisa mengubah kebutuhan flow.

Bagaimana dengan Flow Gas TIG?

TIG juga membutuhkan flow yang sesuai.

Selain itu, ukuran cup dan gas lens ikut memengaruhi kebutuhan flow.

Sementara itu, posisi kerja dan kondisi udara juga berpengaruh.

Karena itu, mulai dari rekomendasi mesin atau consumable.

Setelah itu, sesuaikan flow dengan kondisi pekerjaan.

Apa yang Terjadi Kalau Flow Gas Terlalu Kecil?

Flow yang terlalu rendah tidak mampu menjaga weld pool dengan baik.

Akibatnya, udara bisa masuk ke area las.

Karena itu, kondisi ini bisa memicu porosity atau oksidasi.

Namun, jangan langsung menaikkan flow.

Apa yang Perlu Kamu Periksa?

Pertama, periksa beberapa bagian berikut:

  • selang gas;
  • sambungan regulator;
  • nozzle;
  • jarak torch;
  • seal atau O-ring;
  • kondisi angin.

Misalnya, kebocoran kecil bisa menjadi sumber masalah.

Selain itu, nozzle kotor juga bisa mengganggu aliran gas.

Flow Terlalu Besar Juga Bisa Bermasalah

Flow tinggi tidak otomatis memberi perlindungan yang lebih baik.

Sebaliknya, aliran yang terlalu besar bisa menciptakan turbulensi.

Akibatnya, turbulensi bisa membawa udara masuk ke sekitar weld pool.

Selain itu, flow berlebihan membuat gas lebih cepat habis.

Jadi, atur flow secukupnya. Setelah itu, sesuaikan dengan kondisi pekerjaan.

Bagaimana Kalau Mengelas di Luar Ruangan?

Misalnya, angin menjadi masalah utama saat kamu memakai external shielding gas.

Angin bisa meniup gas menjauh dari weld pool.

Akibatnya, area las kehilangan perlindungan.

Karena itu, gunakan wind block saat bekerja di area terbuka.

Selain itu, untuk beberapa pekerjaan outdoor, FCAW self-shielded juga bisa menjadi alternatif.

Apakah Regulator Argon dan CO2 Sama?

Bentuk regulator Argon dan CO2 kadang terlihat mirip.

Namun, jangan langsung menganggap semua regulator cocok untuk kedua gas.

Apa yang Harus Kamu Cek?

Sebelum memasang regulator, periksa:

  • jenis gas;
  • koneksi tabung;
  • pressure rating;
  • jenis flowmeter;
  • rentang flow;
  • petunjuk produsen.

Jadi, cocokkan regulator dengan gas dan tabung yang kamu pakai.

Selain itu, kamu bisa melihat pilihan welding accessories CHJ untuk mencari regulator dan perlengkapan pendukung pengelasan.

Tetap Perhatikan Keselamatan

Sebagai referensi teknis tambahan, kamu bisa membaca panduan keselamatan welding dan ventilasi dari OSHA.

Namun, tetap ikuti ketentuan K3 yang berlaku di tempat kerja.

Argon dan CO2 bukan gas bahan bakar seperti acetylene.

Meskipun begitu, keduanya tetap memiliki risiko.

Argon dan CO2 bisa mengurangi kadar oksigen saat gas menumpuk di area kerja.

Karena itu, perhatikan langkah berikut.

  1. Pastikan area kerja memiliki ventilasi yang cukup.
  2. Jaga posisi tabung tetap tegak dan aman.
  3. Lindungi tabung dari benturan.
  4. Pilih regulator yang sesuai.
  5. Periksa selang sebelum mulai bekerja.
  6. Tetap perhatikan welding fume.
  7. Ikuti prosedur khusus untuk confined space.

Jadi, Pilih Argon atau CO2 untuk Las?

Kalau kamu memakai TIG, 100% Argon menjadi pilihan awal yang umum.

Selain itu, MIG aluminium juga umumnya memakai 100% Argon.

Sementara itu, untuk MIG atau MAG mild steel, 100% CO2 menjadi pilihan yang lebih umum.

CO2 menarik jika biaya dan penetrasi menjadi pertimbangan penting.

Namun, CO2 cenderung menghasilkan lebih banyak spatter.

Intinya, saat memilih Argon atau CO2 untuk las, sesuaikan gas dengan proses, material, dan kebutuhan pekerjaanmu.

FAQ Seputar Gas Argon dan CO2 untuk Las

FAQ Seputar Pemilihan Argon dan CO2

1. Untuk Las MIG Besi, Lebih Baik Pakai Argon atau CO2?

Jawaban: Untuk MIG atau MAG mild steel, 100% CO2 lebih umum daripada 100% Argon.

Selain itu, CO2 menawarkan biaya yang relatif ekonomis dan penetrasi yang cukup dalam.

2. Apakah 100% Argon Cocok untuk MIG Besi?

Jawaban: 100% Argon bukan pilihan utama untuk MIG mild steel.

Sebaliknya, Argon lebih umum untuk TIG dan MIG aluminium.

3. Apakah Mesin MIG Bisa Pakai 100% Argon?

Jawaban: Bisa, terutama untuk MIG aluminium.

Namun, untuk mild steel kamu lebih umum memakai CO2 atau gas sesuai rekomendasi wire dan prosedur.

FAQ Seputar TIG dan Material

4. Apakah CO2 Bisa untuk TIG?

Jawaban: Jangan memakai CO2 untuk TIG konvensional.

Sebaliknya, untuk TIG banyak welder memakai gas inert seperti Argon.

5. Gas Apa yang Cocok untuk TIG Stainless Steel?

Jawaban: Banyak welder memakai 100% Argon untuk TIG stainless steel.

Namun, kamu tetap perlu menyesuaikan parameter dengan material dan filler.

6. Gas Apa yang Cocok untuk Las Aluminium?

Jawaban: 100% Argon menjadi pilihan umum untuk TIG dan MIG aluminium.

Sementara itu, CO2 tidak cocok untuk pengelasan aluminium dengan proses tersebut.

FAQ Seputar Flow Gas dan Hasil Las

7. Kenapa Hasil Las Masih Berpori Padahal Gas Sudah Keluar?

Jawaban: Periksa flow gas, selang, nozzle, regulator, angin, dan kebersihan material.

Karena itu, jangan menganggap gas yang keluar pasti sudah memberi perlindungan yang cukup.

8. Apakah Semakin Besar Flow Gas Semakin Bagus?

Jawaban: Tidak.

Flow terlalu kecil mengurangi perlindungan.

Sebaliknya, flow terlalu besar bisa menciptakan turbulensi.

9. Kenapa Gas Las Cepat Habis?

Jawaban: Cek flow rate dan seluruh sambungan gas.

Misalnya, kebocoran atau flow terlalu tinggi bisa membuat tabung cepat habis.

10. Apakah Regulator Argon dan CO2 Bisa Memakai Regulator yang Sama?

Jawaban: Jangan langsung menukar regulator.

Sebaliknya, periksa jenis gas, koneksi tabung, pressure rating, flowmeter, dan rekomendasi produsen terlebih dahulu.

Pilih Regulator Sesuai Gas yang Kamu Pakai

Setelah memilih Argon atau CO2, cek regulator, flowmeter, selang, dan koneksi.

Selain itu, pastikan semua komponen cocok dengan gas dan tabung.

Untuk kebutuhan Argon, lihat pilihan regulator Argon di CHJ.

Sementara itu, untuk pekerjaan MIG dengan CO2 tersedia juga regulator CO2 dengan heater di CHJ.

Terakhir, sesuaikan regulator dengan gas, koneksi tabung, dan kebutuhan flow sebelum membeli.


CV Citra Harapan Jaya (CHJ) menyediakan kebutuhan welding dan industri, mulai dari mesin las, regulator gas, welding accessories, hingga perlengkapan pendukung untuk workshop dan pekerjaan industri.

Kalau kamu masih menentukan Argon atau CO2 untuk las, sesuaikan pilihan gas dengan proses MIG atau TIG, jenis material, serta kebutuhan pekerjaan. Jangan lupa cek regulator, flowmeter, selang, dan koneksi tabung agar sistem gas bekerja dengan tepat.

Untuk melihat perlengkapan pendukung lainnya, kamu bisa mengunjungi welding accessories CHJ. Kamu juga bisa membaca artikel lain di Blog CHJ untuk mendapatkan informasi seputar mesin las, teknik pengelasan, consumable, dan kebutuhan workshop.

Kalau masih ragu memilih regulator atau perlengkapan yang sesuai, hubungi tim CHJ melalui tombol WhatsApp di kanan bawah halaman untuk mendapatkan informasi produk sesuai kebutuhanmu.

ONE STOP SOLUTION FOR YOUR WELDING AND INDUSTRIAL NEEDS.