Pada saat ini sudah banyak mesin las TIG dan MIG yang menggunakan standar 2T dan 4T. Apa perbedaan 2T dan 4T? 2T dan 4T pada pengelasan TIG dan MIG adalah hal yang sama tapi memiliki sedikit perbedaan.

Apa itu 2T dan 4T?

T berarti Touch atau sentuh, yang berarti berapa banyak sentuhan untuk memulai dan mematikan torch ketika mengelas.

2T kependekan dari “2 touch”. Pengaturan dua sentuhan ini mengharuskan welder untuk menekan pemicu pada torch untuk memulai api dan melepaskannya untuk berhenti. Tipe ini cocok untuk pengelasan pendek

4T kependekan dari “4 touch”. Pengaturan ini mengharuskan welder untuk menekan dan melepaskan pemicu pada torch untuk memulai proses las tanpa harus terus menekan tombol pemicu. Sedangkan untuk mematikannya welder harus melakukan hal yang sama yaitu menekan dan melepaskan kembali pemicu untuk menghentikan proses las. Tipe ini cocok untuk pengelasan dalam waktu panjang.

Pada pengelasan TIG fitur 2T dan 4T adalah alternatif dari penggunaan pedal kaki. Jadi jika ingin menggunakan pedal kaki fitur ini bisa tetap digunakan. Sedangkan pada pengelasan MIG hanya bisa menggunakan trigger pada torch, yang baru hanyalah fungsi 4T. Keduanya memberikan fleksibilitas kepada welder ketika mengelas.

Walaupun kamu bisa menemukan pengaturan 2T dan 4T pada beberapa mesin, ada beberapa perbedaan bagaimana mereka dioperasikan, semua tergantung anda menggunakan mesin las dengan tipe TIG atau MIG.

Jika kamu masih bingung dengan tipe pengelasan TIG dan pengelasan MIG, kamu dapat melihat perbedaannya pada artikel (PENGELASAN TIG vs. MIG: MANA YANG TERBAIK?).

Kapan waktu yang tepat menggunakan mode 2T dan 4T?

Seperti pada mode lainnya, fitur 2T dan 4T memiliki beberapa kelebihan tergantung jenis pekerja yang sedang anda kerjakan. Secara singkat, 2T digunakan ketika pengelasan dengan pengerjaan singkat, seperti pengelasan tack, jahitan, dan sambungan kecil. Dengan 2T memungkinkan anda melakukan pengelasan pendek dengan cepat sehingga mudah untuk memulai dan berhenti.

Fungsi 4T berguna ketika ingin melakukan pengelasan yang lebih lama atau ketika anda melakukan pengelasan yang sulit untuk menekan tombol pemantik atau sulit menekan tombol. pengelasan yang lama membutuhkan konsentrasi dan stamina, dengan mode 4T akan mempermudah anda dalam fokus untuk mendapatkan hasil las yang sempurna.

2T dan 4T pada las TIG

Mesin TIG Terbaik

Fungi 2T dan 4T pada pengelasan TIG merupakan alternatif dari penggunaan pedal kaki. Sementara pedal kaki memungkinkan anda untuk mengontrol arus secara langsung, fungsi 2T dan 4T adalah untuk menyalakan dan mematikan tombol switch pada toch dengan arus yang sudah diatur sebelumnya.

Catatan: anda tidak bisa menggunakan pedal dan tombol switch secara bergantian, jadi anda harus memilih salah satu yang ingin digunakan.

2T pada las TIG

Fungsi 2T pada pengelasan TIG sangat sederhana, kamu hanya perlu mengatur tingkatan arus listrik dan membiarkan mesin secara bertahap mencapai arus yang telah disetel. Anda bisa memilih untuk menyesuaikan waktu ramp-up dan ramp-down sehingga mesin tidak langsung mencapai arus pengelasan yang disetel. Pengaturan ini membantu mencegah arus berlebih pada pengelasan logam tipis.

2t amperage tig welding

Untuk mengaktifkan 2T anda harus menekan dan menahan tombol pada TIG torch untuk memulai proses las dan melepaskan tombol untuk menghentikannya.

4T pada las TIG

Untuk menggunakan pengaturan 4T pada pengelasan TIG anda harus melakukan sedikit lebih banyak tahap karena anda memiliki kendali atas siklus pengelasan pada setiap tahapnya.

Sebelum memulai anda harus mengatur yang disebut dengan arus awal. Arus awal ini adalah ampere yang anda operasikan sebelum mencapai ampere kerja maksimal. Keuntungan dari 4T adalah memungkinkan anda untuk memanaskan logam terlebih dahulu sebelum melakukan pengelasan penuh.

4t amperage tig welding

Pada torch, anda hanya perlu memencet tombol dan menahan untuk mengaktifkan arus awal dan melepaskannya untuk mulai meningkatkan arus. Disini anda bisa bebas mengelas tanpa harus memegang tombol. Untuk menyelesaikannya anda harus menekan tombol untuk turun ke arus listrik akhir dan melepaskannya untuk menghentikan busur.

2T dan 4T pada las MIG

Mesin MIG Terbaik

Pada pengelasan MIG 2T dan 4T tidak diciptakan untuk menggantikan fungsi pedal kaki seperti pada pengelasan TIG. Fitur ini didesain untuk menambahkan lebih banyak fungsi pada torch MIG.

Fungsi 2T dan 4T pada pengelasan MIG lebih simpel jika dibandingkan dengan pengelasan TIG. Karena tidak ada arus yang perlu dikhawatirkan. Sebagai gantinya anda harus mengatur tegangan dan kecepatan dari wire feeder.

2T pada las MIG

2T pada pengelasan MIG sebenarnya bukanlah fungsi dan bisa dibilang sama saja tidak memiliki fungsi 2T sama sekali.

Anda perlu menekan tombol pada MIG Gun untuk memulai pengelasan dan melepaskan tombol untuk berhenti.

4T pada las MIG

Fungsi 4T pada las MIG memiliki cara kerja yang sama dengan pengelasan TIG tetapi tanpa adanya pengaturan awal. Anda hanya harus menekan dan melepaskan tombol untuk memulai pengelasan dan bisa melanjutkan proses las tanpa harus menahan tombol sehingga memungkinkan anda untuk melakukan pengelasan dalam waktu yang lama. Untuk berhenti anda harus menekan lagi tombol dan melepaskannya.

Masih bingung dalam menentukan mesin las yang cocok untuk kebutuhanmu ? CV. Citra Harapan Jaya memiliki 5 Tips dalam pemilihan mesin las yang dapat kamu lihat di artikel (5 TIPS: MEMILIH MESIN LAS LISTRIK).


CV Citra Harapan Jaya merupakan supplier mesin las dan aksesoris terlengkap untuk memenuhi kebutuhan individu maupun industri. Pemegang lisensi resmi mesin las listrik inverter dan transformer terbaik di Indonesia CNR, Daesung, Jasic, dan Weldteco. Kami juga menjual berbagai kebutuhan industri lainnya, seperti Chain Block Manual, Chain Block Electric, dan Chemicals.

Untuk informasi lainnya mengenai perkembangan industri teknik dan dunia pengelasan kamu bisa lihat di sini. Atau klik pada logo whatsapp dibagian kanan bawah untuk berbicara dengan layanan Customer Service kami untuk mendapatkan Penawaran Terbaik.

ONE STOP SOLUTION FOR YOUR WELDING AND INDUSTRIAL NEEDS.

Sumber 1 | Sumber 2