Elektroda adalah kawat logam yang dilapisi dengan flux dan terbuat dari bahan yang sama dengan materi yang ingin dilas. Di bawah ini ada beberapa faktor yang dapat digunakan untuk memilih elektroda dan filler las yang tepat, yaitu :

  • Pengelasan SMAW atau stick menggunakan elektroda habis pakai yang berarti elektroda akan menjadi bagian dari hasil las atau mengisi bagian yang dilas.
  • Elektroda tungsten pada pengelasan TIG merupakan bahan non-consumable, tungsten tidak akan meleleh dan menjadi bagian dari las sehingga membutuhkan logam pengisi.
  • Filler rod/logam pengisi adalah materi tambahan pada pengelasan TIG yang digunakan untuk menggabungkan dua logam.
  • Pada pengelasan MIG menggunakan elektroda yang terus menerus diumpankan selama proses las dan biasa disebut dengan kawat las MIG.

Pemilihan elektroda filler las sangat penting untuk proses pembersihan, kekuatan las, hasil manik las, dan untuk mengurangi spatter.

Gel Anti Spatter Nabakem

Elektroda harus disimpan pada tempat yang kering dan dikeluarkan dengan hati-hati dari kemasannya (ikuti petunjuk pada kemasan untuk menghindari kerusakan). Oven pengering juga dapat digunakan untuk menjaga kualitas dari elektroda. Citra Harapan Jaya juga menyediakan Oven Elektroda berkualitas merk Weldteco yang dapat kamu lihat disini.

Elektroda Dengan Pelindung
Ketika logam meleleh dan terpapar udara, lelehan ini akan menyerap oksigen dan nitrogen dan akan membuatnya menjadi rapuh.

Lapisan slag dibutuhkan untuk melindungi/menutupi logam cair dari atmosfer, pelindungan ini bisa didapatkan dengan menggunakan elektroda berpelindung.

Elektroda berpelindung berfungsi untuk melindungi logam dari kerusakan, menstabilkan busur, dan meningkatkan hasil las dengan cara lain yang meliputi,

  • Memperhalus permukaan logam dengan memberikan permukaan yang rata
  • Mengurangi spatter yang dihasilkan
  • Membuat busur yang lebih stabil
  • Memberikan penetrasi yang lebih baik
  • Mempermudah dalam pembersihan slag/sisa las
  • Memberikan hasil las yang lebih kuat

Elektroda dapat dikelompokkan dan diklasifikasikan sebagai elektroda telanjang atau elektroda berlapis tipis dan elektroda berpelindung atau berlapis tebal. Elektroda berpelindung merupakan jenis logam pengisi yang umum digunakan dalam pengelasan MMA atau pengelasan busur.

Komposisi pelindung elektroda menentukan penggunaan elektroda, komposisi logam yang diendapkan (hasil las), dan spesifikasi dari elektroda.

Klasifikasi

Industri las mengadopsi nomor klasifikasi dari American Welding Society untuk penomoran pada elektroda. Berikut adalah sistem identifikasi yang digunakan pada elektroda.

  1. E – menunjukan elektroda untuk pengelasan busur
  2. Dua digit pertama – menunjukan kekuatan tarikan dalam Ksi (kilopound-square–inch).
  3. Digit ketiga – menunjukan posisi pengelasan. Angka 0 tidak digunakan dalam klasifikasi, 1 untuk semua posisi pengelasan, 2 untuk datar dan horizontal, 3 hanya untuk posisi datar
  4. Digit keempat – menunjukan jenis lapisan pada elektroda dan tipe arus yang digunakan; arus alternatif atau alur langsung, polaritas lurus atau kebalikan.
  5. Jenis pelapis, arus las, polaritas yang ditunjukan pada klasifikasi digit keempat tercantum pada tabel dibawah
DigitLapisanArus Las
0**
1Kalium SelulosaAc, dcrp, dcsp
2Natrium TitaniaAc, dcsp
3Kalium TitaniaAc, dcsp, dcrp
4Serbuk Besi TitaniaAc, dcsp, dcrp
5Natrium Hidrogen Rendahdcrp
6Kalium Hidrogen RendahAc, dcrp
7Serbuk Besi OksidaAc, dcsp
8Serbuk Besi Hidrogen RendahAc, dcrp, dcsp

Sebagai contoh E6010 – menunjukan elektroda pengelasan busur dengan kekuatan tarik minimal 60.000psi, dapat digunakan untuk semua posisi, dan menggunakan arus searah dengan polaritas terbalik.

Sistem identifikasi elektroda untuk pengelasan stainless steel diatur sebagai berikut:

  1. E – menunjukan elektroda untuk pengelasan busur.
  2. Tiga digit pertama – menunjukan tipe besi dan baja tahan karat.
  3. Dua digit terakhir – menunjukan arus dan posisi yang digunakan.
  4. Sebagai contoh nomor E-308-16, menunjukan elektroda cocok untuk stainless steel dengan tipe 308, dapat digunakan pada semua posisi, dan menggunakan arus alternatif atau dengan polaritas langsung.

Berikut adalah tabel elektroda standar untuk pengelasan baja ringan

Karakteristik Elektroda
ElektrodaLapisanPosisiArusPenetrasiKekuatan Tarik
E-6010Natrium selulosa tinggiSemua posisiDCEPDalam60.000 PSI
E-6011Kalium selulosa tinggiSemua posisiDCEP, ACDalam60.000 PSI
E-6012Natrium titania tinggiSemua posisiDCEN, ACSedang60.000 PSI
E-6013Kalium titania tinggiSemua posisiDCEP, DCEN, ACDangkal60.000 PSI
E-7018Serbuk Besi Hidrogen RendahSemua posisiDCEP, ACDangkal ke sedang70.000 PSI
E-7024Serbuk Besi Hidrogen RendahPosisi horizontalDCEN, ACDangkal ke sedang70.000 PSI

Coating/Lapisan

Lapisan pada elektroda untuk pengelasan baja ringan dan sedang biasanya terdiri dari 6-12 bahan, yang meliputi:

  • Selulosa – berfungsi untuk menyediakan perisai gas yang melindungi busur
  • Logam Karbonat – berfungsi menyesuaikan kebasaan dari slag untuk mengurangi efek dari atmosfer
  • Titanium Dioksida – mempercepat pengerasan slag dan memberikan ionisasi pada busur
  • Ferromanganese & ferrosilicon – membantu mendeoksidasi logam las cair dan menambahkan kandungan mangan dan silikon pada lasan
  • Clays & gums – memberikan elastisitas pada bahan pelapis plastik untuk memberikan kekuatan pada lapisan
  • Kalsium florida – menyediakan gas pelindung untuk melindungi busur, menyesuaikan kebasaan slag, memberikan efek fluiditas pada logam
  • Mineral silikat – menciptakan slag dan memberikan kekuatan pada lapisan pelindung
  • Paduan logam – memberikan kandungan logam seperti nikel, molibdenum, dan kromium pada hasil las
  • Besi atau mangan oksida – menyesuaikan fluiditas dan slag, juga membantu menstabilkan busur
  • Serbuk besi – meningkatkan produktivitas dengan menyediakan logam tambahan untuk dimasukan kedalam lasan.

Penyimpanan

Elektroda harus dijaga agar tetap kering, kelembaban akan merusak lapisan pelindung pada elektroda sehingga bisa menyebabkan spatter yang banyak dan menyebabkan porositas dan pecah pada lasan. Elektroda yang terkena udara dalam waktu dua sampai tiga jam harus dikeringkan dengan oven selama dua jam pada suhu 260°C

Setelah dikeringkan elektroda harus disimpan pada tempat yang bebas dari kelembaban. Membengkokan elektroda juga dapat merusak lapisan yang menyebabkan terpisahnya dari inti elektroda dan elektroda yang intinya sudah terpapar udara sebaiknya tidak digunakan. Elektroda dengan awalan R pada klasifikasi AWS (American Welding Society) memiliki ketahanan yang tinggi dari kelembaban.

Jenis-jenis elektroda

Kawat Las ARC MMA SMAW BRIDGE, elektroda, filler

Bare elektroda

Elektroda ini tidak memiliki lapisan tambahan selain lapisan yang ada pada elektroda itu sendiri. Lapisan ini memiliki sedikit efek untuk menstabilkan busur. Bare elektroda ini digunakan untuk mengelas baja mangan.bare electrodes fig5 29, elektroda, filler

Elektroda dengan lapisan tipis

Elektroda ini biasanya terdaftar dengan seri E45, lapisan ini biasanya diaplikasikan dengan proses pencelupan, penyemprotan, penyikatan, pencucian, dan lain-lain. Lapisan tipis ini memiliki fungsi sebagai berikut:

light coated electrode fig5 30, elektroda, filler

  • Berfungsi untuk mengurangi kotoran seperti oksida, belerang dan fosfor. 
  • Merubah permukaan logam cair menjadi butiran logam dan membantu menghasilkan lasan yang lebih seragam. 
  • Meningkatkan stabilitas busur dengan menambahkan bahan yang mudah terionisasi (dapat berubah menjadi partikel kecil dengan muatan listrik) kedalam aliran busur.
  • Beberapa lapisan ini bisa menghasilkan slag yang cukup tipis tapi tidak memiliki fungsi yang sama seperti pada elektroda berpelindung.

 

Elektroda berpelindung atau elektroda dengan lapisan tebal

Elektroda berpelindung memiliki komposisi tertentu pada lapisannya yang diterapkan dengan metode pencelupan atau ekstrusi. Ada tiga jenis lapisan yang umum digunakan, yaitu:shielded arc electrode fig5 31, elektroda, filler

  • Lapisan selulosa
  • Lapisan mineral
  • Lapisan kombinasi selulosa dan mineral

Lapisan selulosa terdiri dari kapas larut yang sebagian kecil terdiri dari kalium, natrium, dan titanium. Elektroda dengan lapisan selulosa bekerja dengan menciptakan zona gas di sekitar busur dan area las.

Lapisan mineral terdiri dari natrium silikat, oksida logam, tanah liat, dan zat atau kombinasi anorganik lainnya. Elektroda dengan mineral bekerja dengan membentuk slag pada hasil akhir las.

Elektroda berpelindung dapat digunakan untuk mengelas baja, besi tuang, dan permukaan keras.

 

Fungsi dari elektroda berpelindung

Jenis elektroda ini menghasilkan pelindung gas di sekitar busur, pelindung ini berfungsi untuk mencegah oksigen atau nitrogen pada atmosfer mengkontaminasi logam las.

Oksigen dapat dengan mudah bereaksi dengan logam cair, sehingga bisa menghilangkan penggabungan elemen yang menyebabkan porositas. Nitrogen dapat menyebabkan kerapuhan, daya gabung yang rendah dan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan daya tahan dari korosi yang buruk.

Elektroda ini dapat juga mengurangi kotoran seperti oksida, belerang, dan fosfor sehingga kotoran tidak akan merusak hasil las.

Elektroda berpelindung memberikan unsur tambahan ke busur dan dapat meningkatkan stabilitasnya, sehingga dapat mengurangi fluktuasi tegangan yang lebar dan busur dapat dipertahankan tanpa adanya percikan yang berlebihan.

Lapisan pelindung yang mengandung silikat akan membentuk slag di atas logam cair dan logam dasar. Karena slag yang mengeras pada waktu yang relatif lambat, hal ini mengakibatkan panas yang tertahan pada logam cair yang ada di bawahnya sehingga logam cain mengeras secara perlahan. Pemadatan yang lambat ini membantu menghilangkan gas yang terjebak di dalam lasan dan memungkinkan kotoran naik keatas permukaan.

Tungsten

Tungsten adalah elektroda non-consumable yang digunakan pada pengelasan TIG. Ada tiga jenis tungsten: tungsten murni, tungsten yang mengandung 1 atau 2 persen torium, dan tungsten yang mengandung 0.3 sampai 0.5 persen zikronium.

Tungsten dapat dibedakan berdasarkan warna yang dicat pada bagian ujungnya

  • Hijau – tungsten murni
  • Kuning – 1 persen torium
  • Merah – 2 persen torium
  • Coklat – 0.3 sampai 0.5 persen zikronium

Semua jenis tungsten ini tentunya bisa kamu dapatkan hanya di CV. Citra Harapan Jaya, klik disini.

tungsten electrode fig5 33, elektoda, filler

Tungsten murni (99.5 persen tungsten) biasanya digunakan pada pengelasan yang tidak berat, karena karakteristik elektroda ini membawa kapasitas arus yang relatif rendah dan ketahanan terhadap kontaminasi yang rendah juga.

Tungsten torium lebih unggul dibandingkan tungsten murni karena output elektron yang lebih tinggi, arc-starting dan stabilitas busur yang lebih baik, kapasitas pembawa arus yang tinggi, masa pakai yang lebih lama, dan ketahanan yang lebih besar terhadap kontaminasi.

Tungsten yang mengandung 0.3 hingga 0.5 persen zinkornium umumnya berada diantara tungsten murni dan torium dalam hasil kerja, namun dalam beberapa hal dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam pengelasan AC.

Welding Consumable, Elektroda, Filler, Kawat Las,


CV Citra Harapan Jaya merupakan supplier mesin las dan aksesoris terlengkap untuk memenuhi kebutuhan individu maupun industri. Pemegang lisensi resmi mesin las listrik inverter dan transformer terbaik di Indonesia CNR, Daesung, Jasic, dan Weldteco. Kami juga menjual berbagai kebutuhan industri lainnya, seperti Chain Block Manual, Chain Block Electric, dan Chemicals.

Untuk informasi lainnya mengenai perkembangan industri teknik dan dunia pengelasan kamu bisa lihat di sini. Atau klik pada logo whatsapp dibagian kanan bawah untuk berbicara dengan layanan Customer Service kami untuk mendapatkan Penawaran Terbaik.

ONE STOP SOLUTION FOR YOUR WELDING AND INDUSTRIAL NEEDS.

Sumber